Kanker Bandel
Oleh : Islakhul Fajriati Zamani
Duduk termenung dengan
tatapan kosong inilah yang sedang dilakukan gadis ini, entah apa yang sedang ia
pikirkanya, hanya dia dan ALLAH yang tau. Gadis ini berparas tidak terlalu
cantik tapi dibilang jelek juga enggak sih, kulitnya juga tidak terlalu putih,
kalo kata orang-orang sih masuk kategori sawo matang, dan dia mempunyai dua
lesung pipit, yah untunglah dia masih diberikan lesung pipit dari ALLAH karna
itu yang membuat dia sedikiiiit manis, jadi jika dipandang tidak terlalu
membosankan.dan tiba-tiba.... ada sebuah suara yang membuat lamunannya itu
terbuyarkan.
“ALIIIENN...” teriak Alyssa sambil berlari memasuki kelas.
“issh.. Udah aku bilang beberapa kali namaku bukan Alien tapi Alyn sha”
jawab gadis itu. yap, nama gadis itu adalah Alyn lebih tepatnya Alynsa Putri.
“bodo amat, lagian enak penggil alien dari pada alyn, eh.. gimana ibumu
udah pulang ?”
“belom” jawab Alyn lesu.
sudah 2 minggu ini Ibu Alyn
meninggalkan rumah untuk pergi berobat ke Jakarta, ibunya memang telah difonis
sakit kanker payudara sejak dia duduk di kelas 2 SD, dulu memang dia tidak
terlau paham benar apa itu penyakit kanker. Tapi sekarang dia sudah sangat
sangat paham benar apa itu penyakit kanker, penyakit yang menurutnya sangat
menyeramkan dan begitu kejam. ibu Alyn saja sudah menjalankan 3 kali oprasi dan
2 kali kemoterapi, dan sekarang kanker itu muncul lagi dan mungkin benjolannya
bertambah, maka dari itu ibu Alyn pergi berobat ke Jakarta
“ah sudalah.. kamu belum sarapan kan ? yuk, kekantin aku bayarin deh” ucap
Alyssa yang sudah mengerti dengan ekspresi Alyn, dia tidak mau membuat Alyn
bertambah sedih karna teringat ibunya lagi.
“ben..ben..ben..” ucap Alyn terbata-bata.
“kamu lagi acting gagu, hah ? beneran lah, kalo enggak mau yaudah, malahan
untung banget buat aku” potong Alyssa
“Eh...iya iya.. ayo cepetan” Ucap Alyn sambil menyeret Alyssa kekantin.Tak
berapa lama setelah mereka kekantin bel neraka bagi para siswa yang malas pun
berbunyi. Pelajaran dilewati dengan begitu khitmat dan khusuk dengan diiringi
rasa kantuk yang begitu berat bagi siswa non-rajin.Dan.. akhirnya bel yang paling
ditunggu-tunggu kebanyakan siswa pun berbunyi, dengan hitungan menit pun
siswa-siswa berhamburan keluar kelas untuk segera pulang.
“Sya..mau pulang bareng nggak ?” Tanya Alyn kepada Alyssa
“kamu duluan aja, aku masih ada perlu” Jawab Alyssa
“perlu apaan ? palingan nanti nongkrong di depan kelas sambil menikmati
WiFi gratis, dasar maruk kamu. Emang WiFi di rumahmu kurang ?” ucap Alyn
“nggak maruk nggak cakep lyn.. lagian aku ini cuma menyoba memanfaatkan
fasilitas sekolah yang ada kok, buat apa bayar mahal-mahal per bulan tapi nggak
dimanfaatin ?”
“yah..yah.. yah.. terserah padamu lah, aku pulang dulu ya ? Byee” ucap Alyn
sambil berlari meninggalkan Alyssa
Alyn berjalan menyusuri
jalanan kota Slawi dengan wajah yang tampak sedang memikirkan sesuatu.
“Ibu.. ibu..” hanya itu yang Alyn sebutkan. Otaknya sepeti berputar
kembali ke saat-saat dirinnya bersama dengan ibunya. Saat bagaimana dirinnya dijaga
dan dirawat ibunya sampai sekarang ini.
*******
“Haruskah kita pindah ibu ? Alyn masih pengen tinggal disini, disini banyak
teman –teman Alyn”
“Alyn tenang saja, setiap liburan sekolah Alyn bisa kesini kok, bertemu
dengan teman-teman Alyn lagi”
“Janji ?”
“janji”
*******
“Bagaimana tadi di sekolah barumu ?”
“Alyn tidak suka bu, Alyn tidak bisa bahasa mereka. Bahasa mereka berbeda”
“Seiring berjalannya waktu pasti Alyn pasti bisa”
“Yap !! Alyn pasti bisa. hahaha”
*******
“Ibu kenapa ? ibu baik-baik saja kan ? tadi gimana kata dokternya ?”
“Ibu tidak apa-apa Alyn, palingan besok sembuh kok”
“Janji ya ibu takkan sakit lagi ?”
“janji”
“Sekarang ibu minum obat ibu dan istirahatlah, supaya ibu cepat sembuh”
*******
“Do’akan Alyn ya bu ? supaya Alyn bisa ngerjain soal Ujiannya dengan
lancar”
“Ibu selalu mendo’akanmu setiap saat kok”
“Kalau Alyn lulus nanti ibu akan kasih Alyn apa ?”
“Emmm.. apapun yang Alyn mau”
“Wah ! janji bu ?”
“janji”
*******
“Haruskah ibu pergi berobat ke Jakarta ? kenapa tidak di Tegal saja”
“Ibu harus pergi ke Jakarta Alyn, karena dokter disanalah yang lebih
mengerti keadaan ibu sekarang”
“Kapan ibu pulang kesini lagi ?”
“Belum tau kapannya tapi yang pasti ibu disana kurang lebih 1 bulan, Alyn
disini baik-baik ya ? yang nurut sama kakakmu itu”
“Ibu hati-hati dijalan ya ? jangan lupa sering-sering telpon Alyn. Oke ?”
“Oke. ibu berangkat dulu Alyn”
*******
“Alyn rindu ibuu !!” teriak Alyn ditengah keramaian jalanan kota Slawi.
Seketika semua orang yang ada disitu langsung menatap Alyn dengan tatapan yang
aneh. Merasa jadi pusat perhatian banyak orang, Alyn pun berlari dengan rasa
malu yang melanda hatinya sekarang ini. Hingga akhirnya ia sampai di depan
rumahnya. Ketika berada di depan rumahnya, Alyn mencium bau masakan yang sangat
menyengat hingga tercium sampai depan rumah. Perlahan Alyn melangkahkan kakinya
memasuki rumah. Hingga akhirnya Alyn sampai diruang tamu, bau masakan itu pun
semakin menyengat. Alyn binggung, tidak mungkin kakaknya mau masak, disuruh
mencuci piring pun kadang-kadang kakaknya masih menyuruh Alyn. Dan betapa
kagetnya Alyn saat melihat siapa yang sedang memasak di dapur rumahnya itu.
“Ibuuuu..!!” Teriak Alyn dan langsung memeluk ibunya dari belakang
“Bukankah ibu pulang 1 minggu lagi ?” tanya Alyn
“Ibu baru saja menjalankan ST Scan, dan rencananya setelah ST Scan ini ibu
akan menjalankan Bon Scan dan itupun masih 2 minggu lagi, daripada ibu disana
nggak ada kerjaan, lebih baik ibu pulang dan bertemu denganmu Alyn” jawab ibu
Alyn
“Bagaimana keadaan ibu ? Apakah kanker ibu semakin parah ?”
“Yah.. ada penyebaran ke paru-paru Alyn” jawab ibu Alyn lesu.
DEG !!
Bagaikan ada ribuan pisau yang menusuk dadanya saat ini, sesak dan sesak
yang dirasakan Alyn .
“Ada penyebaran ? apakah ibu akan dikemoterapi lagi ?”
“Entahlah.. jalani semuanya saja dulu”
*******
Jam beker kecil itu
menunjukan pukul 21.30, namun gadis yang satu ini belum juga tidur. Ia berulang
kali membolak-balikan tubuhnya mencari posisi yang enak, tapi tak juga ia
menemukannya. Alyn pun menyerah dan mematung sendiri diatas kasurnya dengan menatap
langit-langit kamarnya yang hanya
tergambar jelas wajah ibunya, Alyn memang sangat sayang dengan ibunya. Ia tau
ibunya pasti sudah sangat trauma dengan yang namanya “kemoterapi”, ia masih
ingat betul saat ibunya dikemoterapi dulu, masih ingat betul saat ibunya
muntah-muntah karana pengaruh kemterapi itu sendiri, ingat betul saat rambut
ibunya semakin hari semakin sedikit hingga ibunya botak. Dan Alyn tak ingin
melihat hal itu lagi, sudah cukup kenyang ia melihatnya dulu.Tak terasa ada
cairan yang keluar dari mata Alyn dan membasahi pipinya, Alyn menundukkan
kepalanya dalam-dalam, kedua tangannya ia gunakan untuk menutupi wajahnya dan mencoba
untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya yang rasanya dadanya semakin sesak,
isakan Alyn semakin menjadi, ia sudah mencoba menahan isakan itu, namun
hasilnya nihil, isakan Alyn malah semakin menjadi.
“Alyn ingin
ibu sembuh”
“Alyn ingin kanker bandel itu ilang dari tubuh ibu”
“Alyn ingin ibu selalu ada disamping Alyn sampai Alyn tua nanti”
“Alyn ingin ibu tidak merasakan sakit karena kanker bandel itu”
“Alyn ingin...ingin...”Alyn minggigit bibirnya sekuat mungkin, menahan air matanya agar bisa sedikit berkerjasama dengannya.ia tak mau membuat banjir bandang dipipinya. Alyn pun mencoba menghirup oksigen sebenyak-banyaknya, berharap dengan ini ia bisa sedikit menenangkan hatinya.
“Alyn ingin kanker bandel itu ilang dari tubuh ibu”
“Alyn ingin ibu selalu ada disamping Alyn sampai Alyn tua nanti”
“Alyn ingin ibu tidak merasakan sakit karena kanker bandel itu”
“Alyn ingin...ingin...”Alyn minggigit bibirnya sekuat mungkin, menahan air matanya agar bisa sedikit berkerjasama dengannya.ia tak mau membuat banjir bandang dipipinya. Alyn pun mencoba menghirup oksigen sebenyak-banyaknya, berharap dengan ini ia bisa sedikit menenangkan hatinya.
********
Keesokan harinya setelah
sholat magrib, Alyn sedang asyik menonton TV sebentar di ruang keluarga.
Kebetulan Alyn sedang beristirahat setelah membantu sang ibunya membersihkan
rumah.Ketika Alyn sedang asyik menonton TV, ia melihat majalah yang ada
pengobatan alternatif untuk
penyakit-penyakit tertentu. Tiba-tiba ia mengingat kanker sang ibu.
“Apakah
pengobatan alternatif ini bisa membantu mengurangi penyakit ibu ya?” ujar Alyn
dalam hati
Entah dari mana, Alyn mulai membuka
halaman demi halaman yang ada dalam majalah pengobatan alternatif itu. Hingga
Alyn menemukan pengobatan alternatif
untuk penyakit sang ibu.
“IBU......IBU.....IBU......” teriak Alyn sambil sedikit berlari ke arah
yang ibu yang sedang duduk di ruang tamu
“Ada apa Alyn ? Kenapa kamu berteriak begitu, apakah kamu tidak ingat ini
sudah malam” tanya sang ibu
“Ini bu... Alyn sedang membuka majalah pengobatan ini. Lalu, Alyn menemukan
ini bu” jawab Alyn sambil menunjukkan majalah pengobatan itu
“Kamu dapat majalah ini dari mana?” tanya Ibu Alyn
“Dari meja yang ada di ruang tengah ” jawab Alyn
“Oh begitu” jawab ibu Alyn
********
Setelah pembicaraan Alyn dan
ibunya semalam, ibu Alyn mulai mencoba pengobatan alternatif itu dan sudah 2
minggu ini ibu Alyn melakukan pengobatan alternatif itu. Ada perkembangan
positif karena pengobatan alternatif itu dan semoga perkembangan positif itu
terus dan terus bertambah hingga akhirnya kanker bandel itu hilang dari tubuh ibu Alyn. SELESAI