Rabu, 01 Oktober 2014

Kanker Bandel


Kanker Bandel

Oleh : Islakhul Fajriati Zamani

          Duduk termenung dengan tatapan kosong inilah yang sedang dilakukan gadis ini, entah apa yang sedang ia pikirkanya, hanya dia dan ALLAH yang tau. Gadis ini berparas tidak terlalu cantik tapi dibilang jelek juga enggak sih, kulitnya juga tidak terlalu putih, kalo kata orang-orang sih masuk kategori sawo matang, dan dia mempunyai dua lesung pipit, yah untunglah dia masih diberikan lesung pipit dari ALLAH karna itu yang membuat dia sedikiiiit manis, jadi jika dipandang tidak terlalu membosankan.dan tiba-tiba.... ada sebuah suara yang membuat lamunannya itu terbuyarkan.
“ALIIIENN...” teriak Alyssa sambil berlari memasuki kelas.
“issh.. Udah aku bilang beberapa kali namaku bukan Alien tapi Alyn sha” jawab gadis itu. yap, nama gadis itu adalah Alyn lebih tepatnya Alynsa Putri.
“bodo amat, lagian enak penggil alien dari pada alyn, eh.. gimana ibumu udah pulang ?”
“belom” jawab Alyn lesu.
sudah 2 minggu ini Ibu Alyn meninggalkan rumah untuk pergi berobat ke Jakarta, ibunya memang telah difonis sakit kanker payudara sejak dia duduk di kelas 2 SD, dulu memang dia tidak terlau paham benar apa itu penyakit kanker. Tapi sekarang dia sudah sangat sangat paham benar apa itu penyakit kanker, penyakit yang menurutnya sangat menyeramkan dan begitu kejam. ibu Alyn saja sudah menjalankan 3 kali oprasi dan 2 kali kemoterapi, dan sekarang kanker itu muncul lagi dan mungkin benjolannya bertambah, maka dari itu ibu Alyn pergi berobat ke Jakarta
“ah sudalah.. kamu belum sarapan kan ? yuk, kekantin aku bayarin deh” ucap Alyssa yang sudah mengerti dengan ekspresi Alyn, dia tidak mau membuat Alyn bertambah sedih karna teringat ibunya lagi.
“ben..ben..ben..” ucap Alyn terbata-bata.
“kamu lagi acting gagu, hah ? beneran lah, kalo enggak mau yaudah, malahan untung banget buat aku” potong Alyssa
“Eh...iya iya.. ayo cepetan” Ucap Alyn sambil menyeret Alyssa kekantin.Tak berapa lama setelah mereka kekantin bel neraka bagi para siswa yang malas pun berbunyi. Pelajaran dilewati dengan begitu khitmat dan khusuk dengan diiringi rasa kantuk yang begitu berat bagi siswa non-rajin.Dan.. akhirnya bel yang paling ditunggu-tunggu kebanyakan siswa pun berbunyi, dengan hitungan menit pun siswa-siswa berhamburan keluar kelas untuk segera pulang.
“Sya..mau pulang bareng nggak ?” Tanya Alyn kepada Alyssa
“kamu duluan aja, aku masih ada perlu” Jawab Alyssa
“perlu apaan ? palingan nanti nongkrong di depan kelas sambil menikmati WiFi gratis, dasar maruk kamu. Emang WiFi di rumahmu kurang ?” ucap Alyn
“nggak maruk nggak cakep lyn.. lagian aku ini cuma menyoba memanfaatkan fasilitas sekolah yang ada kok, buat apa bayar mahal-mahal per bulan tapi nggak dimanfaatin ?”
“yah..yah.. yah.. terserah padamu lah, aku pulang dulu ya ? Byee” ucap Alyn sambil berlari meninggalkan Alyssa
          Alyn berjalan menyusuri jalanan kota Slawi dengan wajah yang tampak sedang memikirkan sesuatu.
“Ibu.. ibu..” hanya itu yang Alyn sebutkan. Otaknya sepeti berputar kembali ke saat-saat dirinnya bersama dengan ibunya. Saat bagaimana dirinnya dijaga dan dirawat ibunya sampai sekarang ini.
*******
“Haruskah kita pindah ibu ? Alyn masih pengen tinggal disini, disini banyak teman –teman Alyn”
“Alyn tenang saja, setiap liburan sekolah Alyn bisa kesini kok, bertemu dengan teman-teman Alyn lagi”
“Janji ?”
“janji”
*******
“Bagaimana tadi di sekolah barumu ?”
“Alyn tidak suka bu, Alyn tidak bisa bahasa mereka. Bahasa mereka berbeda”
“Seiring berjalannya waktu pasti Alyn pasti bisa”
“Yap !! Alyn pasti bisa. hahaha”
*******
“Ibu kenapa ? ibu baik-baik saja kan ? tadi gimana kata dokternya ?”
“Ibu tidak apa-apa Alyn, palingan besok sembuh kok”
“Janji ya ibu takkan sakit lagi ?”
“janji”
“Sekarang ibu minum obat ibu dan istirahatlah, supaya ibu cepat sembuh”
*******
“Do’akan Alyn ya bu ? supaya Alyn bisa ngerjain soal Ujiannya dengan lancar”
“Ibu selalu mendo’akanmu setiap saat kok”
“Kalau Alyn lulus nanti ibu akan kasih Alyn apa ?”
“Emmm.. apapun yang Alyn mau”
“Wah ! janji bu ?”
“janji”
*******
“Haruskah ibu pergi berobat ke Jakarta ? kenapa tidak di Tegal saja”
“Ibu harus pergi ke Jakarta Alyn, karena dokter disanalah yang lebih mengerti keadaan ibu sekarang”
“Kapan ibu pulang kesini lagi ?”
“Belum tau kapannya tapi yang pasti ibu disana kurang lebih 1 bulan, Alyn disini baik-baik ya ? yang nurut sama kakakmu itu”
“Ibu hati-hati dijalan ya ? jangan lupa sering-sering telpon Alyn. Oke ?”
“Oke. ibu berangkat dulu Alyn”
*******
“Alyn rindu ibuu !!” teriak Alyn ditengah keramaian jalanan kota Slawi. Seketika semua orang yang ada disitu langsung menatap Alyn dengan tatapan yang aneh. Merasa jadi pusat perhatian banyak orang, Alyn pun berlari dengan rasa malu yang melanda hatinya sekarang ini. Hingga akhirnya ia sampai di depan rumahnya. Ketika berada di depan rumahnya, Alyn mencium bau masakan yang sangat menyengat hingga tercium sampai depan rumah. Perlahan Alyn melangkahkan kakinya memasuki rumah. Hingga akhirnya Alyn sampai diruang tamu, bau masakan itu pun semakin menyengat. Alyn binggung, tidak mungkin kakaknya mau masak, disuruh mencuci piring pun kadang-kadang kakaknya masih menyuruh Alyn. Dan betapa kagetnya Alyn saat melihat siapa yang sedang memasak di dapur rumahnya itu.
“Ibuuuu..!!” Teriak Alyn dan langsung memeluk ibunya dari belakang
“Bukankah ibu pulang 1 minggu lagi ?” tanya Alyn
“Ibu baru saja menjalankan ST Scan, dan rencananya setelah ST Scan ini ibu akan menjalankan Bon Scan dan itupun masih 2 minggu lagi, daripada ibu disana nggak ada kerjaan, lebih baik ibu pulang dan bertemu denganmu Alyn” jawab ibu Alyn
“Bagaimana keadaan ibu ? Apakah kanker ibu semakin parah ?”
“Yah.. ada penyebaran ke paru-paru Alyn” jawab ibu Alyn lesu.
DEG !!
Bagaikan ada ribuan pisau yang menusuk dadanya saat ini, sesak dan sesak yang dirasakan Alyn .
“Ada penyebaran ? apakah ibu akan dikemoterapi lagi ?”
“Entahlah.. jalani semuanya saja dulu”
*******
          Jam beker kecil itu menunjukan pukul 21.30, namun gadis yang satu ini belum juga tidur. Ia berulang kali membolak-balikan tubuhnya mencari posisi yang enak, tapi tak juga ia menemukannya. Alyn pun menyerah dan mematung sendiri diatas kasurnya dengan menatap langit-langit  kamarnya yang hanya tergambar jelas wajah ibunya, Alyn memang sangat sayang dengan ibunya. Ia tau ibunya pasti sudah sangat trauma dengan yang namanya “kemoterapi”, ia masih ingat betul saat ibunya dikemoterapi dulu, masih ingat betul saat ibunya muntah-muntah karana pengaruh kemterapi itu sendiri, ingat betul saat rambut ibunya semakin hari semakin sedikit hingga ibunya botak. Dan Alyn tak ingin melihat hal itu lagi, sudah cukup kenyang ia melihatnya dulu.Tak terasa ada cairan yang keluar dari mata Alyn dan membasahi pipinya, Alyn menundukkan kepalanya dalam-dalam, kedua tangannya ia gunakan untuk menutupi wajahnya dan mencoba untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya yang rasanya dadanya semakin sesak, isakan Alyn semakin menjadi, ia sudah mencoba menahan isakan itu, namun hasilnya nihil, isakan Alyn malah semakin menjadi.
“Alyn ingin ibu sembuh”
“Alyn ingin kanker bandel itu ilang dari tubuh ibu”
“Alyn ingin ibu selalu ada disamping Alyn sampai Alyn tua nanti”
“Alyn ingin ibu tidak merasakan sakit karena kanker bandel itu”
“Alyn ingin...ingin...”
Alyn minggigit bibirnya sekuat mungkin, menahan air matanya agar bisa sedikit berkerjasama dengannya.ia tak mau membuat banjir bandang dipipinya. Alyn pun mencoba menghirup oksigen sebenyak-banyaknya, berharap dengan ini ia bisa sedikit menenangkan hatinya.
********
          Keesokan harinya setelah sholat magrib, Alyn sedang asyik menonton TV sebentar di ruang keluarga. Kebetulan Alyn sedang beristirahat setelah membantu sang ibunya membersihkan rumah.Ketika Alyn sedang asyik menonton TV, ia melihat majalah yang ada pengobatan alternatif  untuk penyakit-penyakit tertentu. Tiba-tiba ia mengingat kanker sang ibu.
“Apakah pengobatan alternatif ini bisa membantu mengurangi penyakit ibu ya?” ujar Alyn dalam hati
          Entah dari mana, Alyn mulai membuka halaman demi halaman yang ada dalam majalah pengobatan alternatif itu. Hingga Alyn menemukan pengobatan alternatif  untuk penyakit sang ibu.
“IBU......IBU.....IBU......” teriak Alyn sambil sedikit berlari ke arah yang ibu yang sedang duduk di ruang tamu
“Ada apa Alyn ? Kenapa kamu berteriak begitu, apakah kamu tidak ingat ini sudah malam” tanya sang ibu
“Ini bu... Alyn sedang membuka majalah pengobatan ini. Lalu, Alyn menemukan ini bu” jawab Alyn sambil menunjukkan majalah pengobatan itu
“Kamu dapat majalah ini dari mana?” tanya Ibu Alyn
“Dari meja yang ada di ruang tengah ” jawab Alyn
“Oh begitu”  jawab ibu Alyn
********

          Setelah pembicaraan Alyn dan ibunya semalam, ibu Alyn mulai mencoba pengobatan alternatif itu dan sudah 2 minggu ini ibu Alyn melakukan pengobatan alternatif itu. Ada perkembangan positif karena pengobatan alternatif itu dan semoga perkembangan positif itu terus dan terus bertambah hingga akhirnya kanker bandel itu hilang dari tubuh ibu Alyn. SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar